The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

TRANSFORMATOR HUISJE alias GARDU LISTRIK LONDO Agustus 14, 2009

Filed under: KENANGAN LAMA — nikkiputrayana @ 6:47 am
Tags: , ,

Pernahkah anda melihat bangunan seperti foto disebelah ini di kota anda ?

Ini adalah gambar dari gardu listrik 6 kV jaman kolonial Belanda dahulu. Dalam bahasa belandanya disebut sebagai transformator huisje. Seiring dengan perkembangan jaman maka bangunan ini banyak terlupakan. Banyak yang hanya dijadikan sebagai tempat usang yang terkesan angker, menjadi tempat warung kopi, tempat tambal ban atau malah sudah tiada lagi alias dibongkar.

Memang dibeberapa tempat gardu listrik lawas ada yang masih dirawat seperti Gardu Listrik di dekat Tugu Bambu Runcing, Surabaya di Jalan Panglima Sudirman. Gardu listrik yang anda lihat disamping inilah yang sekarang masih tampak terawat meskipun tidak sama 100 % lagi detail bangunannya.

Perkembangan listrik di Indonesia tidak lepas dari Perusahaan Listrik Swasta di jaman Belanda yang mengusahakan adanya listrik di tanah air kita. Listrik di Indonesia mulai dialirkan pada tahun 1897 ketika berdiri perusahaan listrik yang pertama yang bernama Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM) di Batavia dengan kantor pusatnya di Gambir. Sedang di Surabaya bermula ketika perusahaan gas NIGM pada tanggal 26 April 1909 mendirikan perusahaan listrik yang bernama Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM). Listrik
merupakan barang mewah pada jamannya. Tidak semua rumah mendapatkan aliran listrik, kebanyakan ya para londo – londo itu sendiri yang mendapatkannya. Masing – masing daerah memiliki perusahaan listrik tersendiri, tidak seperti saat ini yang dikuasai PLN. Inilah daftar lengkap perusahaan listrik yang menyuplai listrik diberbagai daerah Hindia Belanda :

Salah satu perusahaan listrik yang paling sukses adalah ANIEM yang saat itu mampu menguasai 40 % pangsa pasar listrik seluruh Hindia Belanda. Malahan, ANIEM Bandjarmasin memiliki kontrak dari 26 Agustus 1921
sampai dengan 31 Desember 1960. Adapun anak perusahaan dari ANIEM (NV. Maintz & Co.) adalah :

  1. NV. ANIEM di Surabaya dengan perusahaan-perusahaan di  Banjarmasin, Pontianak, Singkawang, Banyumas.
  2. NV. Oost Java Electriciteits Maatschappij (OJEM) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Lumajang, Tuban, dan Situbondo.
  3. NV. Solosche Electriciteits Maatschappij (SEM) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Solo, Klaten, Sragen, Yogyakarta, Magelang, Kudus, Semarang.
  4. NV. Electriciteits Maatschappij Banyumas (EMB) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Sokaraja, Cilacap, Gombong, Kebumen, Wonosobo, Cilacap, Maos, Kroya, Sumpyuh, dan Banjarnegara.
  5. NV. Electriciteits Maatschappij Rembang (EMR) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Blora, Cepu, Rembang, Lasem, Bojonegoro.
  6. NV. Electriciteits Maatschappij Sumatera (EMS) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Bukit Tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Sibolga.
  7. NV. Electriciteits Maatschappij Bali dan Lombok (EBALOM) di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Singaraja, Denpasar, Ampenan, Gorontalo, Ternate, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung.

Untuk wilayah Surabaya terdapat 3 tempat pembangkitan listrik saat itu di Ngagel, Semampir dan Tanjung Perak.

Gardu listrik ini sekarang mulai terlupakan, dia seperti Hidden Object of City Treasure. Terkadang ia tersamarkan oleh bangunan lain karena warnanya yang usang atau pula kita terlalu sibuk dan tak acuh sehingga tidak menyadari bahwa bangunan ini ada didekat kita. Saya berandai – andai, seandainya bangunan ini dialih fungsikan menjadi bangunan yang berdaya guna, sebagai contoh menjadi tempat pembayaran rekening listrik, air atau telpon. Dengan satu orang atau mesin khusus pembayaran seperti ATM sehingga tempatnya yang strategis bisa menjadi sarana praktis membayar masyarakat kota.

Inilah sebagian Gardu Listrik atau Transformator Huisje yang ada di Surabaya yang saya amati masih ada. Mungkin ada yang luput dari pencarian saya diseantero Surabaya.

  1. Jl KH. Mas Mansyur
  2. Jl. Dukuh
  3. Jl Kebalen Timur
  4. Jl Kedung Doro
  5. Jl Panglima Sudirman

Bagi yang menemukan hubungi saya …

Klik di foto untuk mengetahui petanya di wikimapia.

Transformator Huisje Jl. Haji Mas Mansyur

Transformator Huisje Jl. Dukuh

Transformator Huisje Jl. Kebalen Timur

Transformator Huisje Jl. Kedungdoro

Papan Peringatan 3 Bahasa

 

4 Responses to “TRANSFORMATOR HUISJE alias GARDU LISTRIK LONDO”

  1. anton Says:

    yang papan peringatan 3bahasa itu ada di mana ya mas?

  2. SL Says:

    Aku lihat di Lombok. Dari dulu aku sudah naksir untuk foto, tapi tak sempat. Aku sampai Juli di Sydney, jadi kira-kira akhir Juli aku bisa foto dan kirim. Sekalian kulihat yang di Singaraja, Bali Utara, kayaknya pernah kulihat waktu SMA di sana. Salam kenal mas…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.