The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

RESENSI AYAT – AYAT CINTA Februari 28, 2008

Filed under: TENTANG FILM KOE — nikkiputrayana @ 7:49 am
Tags: , , ,

 Ayat - Ayat Cinta              Satu lagi film tentang cinta tapi dari perspektif yang berbeda. Ayat – ayat Cinta (AAC) mengusung tema cinta dari berbagai sudut pandang namun berpangkal dari keIslaman. Memang tidak perlu diragukan lagi cerita film ini, karena berdasarkan oleh novel yang memang dasyhat. Bukan hanya dari segi cerita namun dari segi penjualannya.

Terus terang saya sendiri belum membaca novel itu. Namun bila dilihat dari komentar – komentar para pembaca yang mengatakan bahwa karya Kang Abik ini, fenomenal. Saya berani mengatakan fenomenal karena mengangkat kisah cinta yang masih kontroversial untuk didebat didunia muslim itu sendiri. Karya itu diterjemahkan ke dalam sebuah film oleh Hanung Bramantyo. Seperti yang sudah – sudah, film yang ingin menerjemahkan sebuah karya novel yang menggambarkan peristiwanya dengan sangat detail, akan kesulitan untuk mengaplikasikannya dalam sebuah karya film. Dan saya sangat mengacungi jempol ketika mas Hanung berani mengatakan bahwa filmnya tidak 100 % mirip dengan AAC versi novelnya. Dan satu jempol lagi ketika saya menyaksikan filmnya tanpa membaca novelnya, mas Hanung dapat menyampaikan isi dan pesan novel AAC dengan jelas dan tuntas.

Dari sinematografi, pengambilan gambar yang tidak bisa langsung diambil di Mesir dan diganti di Semarang dan India, cukup dapat mengelabui penonton. Penonton dapat merasakan aura kota padang pasir disana. Andaikata mas Hanung dapat benar – benar mengambil take di Cairo, keindahan Mesir sungguh akan mempesonakan penonton. Walau itu tidak terjadi karena kesulitan dan hambatan yang mas Hanung terima, semuanya dapat tergantikan dengan cukup baik.

Akting para pemainnya saya pikir pun bisa dibilang baik, kalau tidak dibilang cukup. Aura kesedihan dapat tergambarkan dengan baik. Meskipun para pemain utamanya boleh dibilang bukan jajaran pemain film top Indonesia, namun mereka bisa mengemban tugas untuk menerjemahkan novelnya dengan baik. Memang berat mengemban sebuah karya yang sudah terlanjur besar. Kalau saja mas Hanung berani memaksa semua pemainnya berbicara bahasa Arab, mungkin film ini menjadi sempurna. Tapi mungkin itu menjadikan kita menonton film Arab jadinya.

Kalau mau berbicara kekurangan. Film ini lemah dari segi editing. Banyak scene – scene yang tidak terpotong dengan baik. Sehingga alur cerita yang memang terbangun dengan baik, terasa terganggu. Mungkinkah ini dikarenakan jadwal tayang yang terlalu terburu – buru ? Seperti yang sering diungkap mas Hanung di blognya. Musik latarnya juga kurang maksimal, karena sering terpotong dibagian editing.

Kesimpulannya. Film ini dapat mengemban tugas yang berat dengan baik untuk menerjemahkan novelnya. Meskipun belum sempurna, seperti salah satu pesan film ini bahwa sulit untuk menjadi manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Semua rintangan yang menjadi beban, saya rasa akan terbalas dengan balasan yang lebih dari setimpal. Andai saja mas Hanung dapat diberi kelonggaran waktu untuk beristirahat sejenak, mungkin film ini menjadi lebih baik lagi. Bagi para pembaca novelnya dan penonton yang terisak tangis bolehlah berharap kepada mas Hanung, maukah dia membuat film versi extended atau penyempurnaanya ? Seperti Eiffel … I’m in love extended mungkin ? Who knows ?

 

2 Responses to “RESENSI AYAT – AYAT CINTA”

  1. ized Says:

    hmmmm… hobi film romantis juga ya???/ ce ile…..

  2. ahh… ndak juga. sekali – kali saja nontonnya. lebih suka nonton yang serius and mikir juga film perang. kebetulan penasaran ma film AAC yang lagi booming. ternyata ndak mirip ma novelnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s