The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

ANTARA ANDREA HIRATA DAN PRAMOEDYA ANANTA TOER Juli 22, 2008

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 9:03 am
Tags: , ,

Saya sendiri bukan maniak novel atau sastra. Sampai akhir tahun 2007, buku novel yang pernah tuntas dibaca hanya Dracula dan Da Vinci Code. Buku yang lain hanya buku medis dan buku – buku sejarah. Pernah juga baca novel Ayat – ayat Cinta tapi tidak tuntas dan hanya pelepas dahaga penasaran setelah menonton filmnya, sama seperti membaca Dracula dan Da Vinci Code. Sampai akhirnya saya membaca novel Andrea Hirata, Laskar Pelangi. Di sini saya mendapatkan gambaran yang menyenangkan tentang membaca novel, tidak boring, fun, ada kenikmatan, inti sari kehidupan, pokoknya segalanya yang menyenangkan bagi diri saya.

Laskar Pelangi bisa membuka mata kita tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang sebenarnya. Pelajaran tentang semangat hidup. Pentingnya pendidikan bagi kita pribadi dan juga semua anak bangsa. Semua itu tidak meninggalkan hal –hal ringan seperti kelucuan, kegetiran, kebahagian dan segala aspek kehidupan. Benar – benar lengkap. Sehingga dari Laskar Pelangi saya mulai bisa mencintai novel. Suatu kesibukan baru yang bisa mengalihkan perhatian dari beban kuliah dan juga hidup mungkin. Berlanjut ke novel tetralogi Laskar Pelangi yang lain, Sang Pemimpi dan Edensor. Saya terus mendapatkan apa yang saya inginkan dari membaca novel. Membuat saya menjadi tergila – gila membaca novel. Membuat saya bisa rindu akan kelanjutan kisah selanjutnya Maryamah Karpov yang katanya akan diluncurkan September 2008. Membuat saya bisa merasakan seperti apa rasanya penggila Harry Potter menunggu serialnya terbit. Ya serperti itu. Seperti saya datang tak sabar menonton Lord of The Ring. Ya… saya mulai menikmati dan mencintai novel. Andrea Hirata merubah diri saya dan membuat saya sibuk akan hal baru.

Andrea dan Laskar Pelangi membuat saya haus untuk membaca novel – novel yang lain. Sampai akhirnya saya penasaran membaca buku Pramoedya Ananta Toer. Seperti apa sih, buku sastra Pram yang membuat geger dunia dan membuat kuping merah pemerintah orde baru itu. Buku – buku Pram yang dibredel, dilarang dan dibakar itu. Seperti apa ?? Buku Pram yang pertama saya baca yaitu lagi – lagi Tetralogi. Tetralogi Buru yang ada 4 seri, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Sialnya, karena saya baca gratis dari meminjam di perpustakaan, saya hanya baca Anak Semua Bangsa. Tapi dari buku ini saya menemukan hal yang lebih serius dari Laskar Pelangi. Hal yang memuaskan saya akan sejarah, rasa nasionalisme, idealisme, kekuatan semangat bangsa, dan juga pandangan – pandangan membangun bangsa, baik yang konservatif dan radikal. Benar – benar sesuai dengan pandangan dan prinsip saya. Mengapa buku Pram sampai dilarang ? Apa karena dia dianggap komunis ? Karena dia mantan anggota LEKRA ? Saya rasa novel dan sastranya tidak menyuruh kita atheis. Saya tidak sependapat dengan komunis sama dengan atheis. Dan saya juga tidak mau bicara tentang komunis disini.

Karena buku Pram yang sangat jarang ada koleksinya diperpustakaan. Jadilah saya harus membelinya. Karena Tetralogi Buru merupakan buku yang relatif mahal bagi kantong saya, maka saya harus mencicilnya. Akhirnya saya mulai membeli dan membaca novel – novel pendek Pram yang lain, seperti Bukan Pasar Malam, Kisah Calon Arang, Larasati dan Sekali Peristiwa di Banten Selatan. Tapi saya juga bertekat untuk mengoleksi semua buku Pram, baik yang dijual bebas ataupun yang pernah dilarang beredar sekalipun.

Disela – sela belum mampu membeli terkadang membaca novel yang lain seperti Banda Neira karangan Mayon Soetrisno yang juga dibikin apik, memukau dan sangat detail tentang awal kolonialisme di Nusantara kita. Juga membaca Anak Bajang Mencari Angin, yang penuh kata – kata sastra jawa yang sangat berat sehingga saya sendiri berkerut dan berpeluh membaca dan menangkap maknanya.

But of All, saya pikir saya tidak mau lepas dari patron Andrea Hirata dan Pramoedya Ananta Toer. Dua pengarang yang mewakili generasi muda dan tua. Dua orang yang membuka dan menambah subur isi hati saya melalui sastra.

 

5 Responses to “ANTARA ANDREA HIRATA DAN PRAMOEDYA ANANTA TOER”

  1. pembaca amatiran Says:

    lebih suka ‘sang pemimpi’ dari ‘pada laskar pelangi’. denger2 yang laskar pelangi difilmkan orang asing. saya juga baca novel pramudya, tapi cuman novel ‘mereka yang dilumpuhkan’, ada pemikiran-pemikiran yang menarik buat saya. gak rau kenapa buku-bukunya dilarang beredar. padahal menurut saya novel-novelnya sangat jujur. ayat2 cinta juga bagus, penuh emosi, tapi tetap tidak akan membua saya beriman…. untuk film ayat2 cinta : SUCKC ngentot,,, gak bermutu,,, sineas indonesia busuk!!!!!

  2. laskar pelangi kan sutradaranya mira lesmana dan riri reza. Coba sekali – kali baca novel tetralogi burunya pram. kalo AAC saya rasa lebih menjemukan novelnya ketimbang filmnya. kita bebas untuk menyatakan pendapat seperti kata pram kan….. hahahaha.

  3. Jadi g suka novelnya Habiburrahman ya?
    Saya rasa juga menjemukan. Coba lihat di curhat resensi saya
    http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/11/10/sang-pemimpi-vs-ketika-cinta-bertasbih/

  4. dee2 Says:

    oi…oi…oi…
    bgai yg punya free e book’nya pram, bagi duonk….
    sy nyari kug g nemu2 yah….
    baek yg hard copy atopun yg e-book version…
    plisssssssssss
    penasaran beud nieh….
    thanks a lot b4

  5. RIF Says:

    Coba deh baca novelnya Pram “Keluarga Gerilya”,,mungkin bisa tambah heran, ko’ bisa2 dibredel y?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s