The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

ANTARA EREKSI, PORNO DAN SENI Juli 22, 2008

Filed under: ISI PIKIRAN — nikkiputrayana @ 9:02 am
Tags: ,

Ide ini baru saja didapat malam ini di warung kopi kaki lima. Bersama pacar duduk lesehan minum kopi. Disebelah juga duduk lesehan berderet – deret pasangan dan grup dipinggir jembatan MER IIC. Salah seorang cewe dengan pasangan duduk disebelah dengan menggunakan baju sedikit terbuka di bagian bahu. Sedari kami duduk kelihatan repot sekali untuk membenarkan baju sampai akhirnya cewe’ ku risi melihatnya dan menyuruhku pindah duduk disampingnya agar tidak dilihat oleh cewe itu saya sedang memperhatikannya terus. Padahal saya sendiri tidak menyadari hal itu sampai cewe’ ku bilang alasannya ketika sepulang dari Warkop.

Dari situ obrolan saya di sepeda motor berkembang menjadi wacana porno dan seni. Ketika melihat wanita dengan pakaian seksi, seperti celana ketat, baju berbelahan dada rendah, pusar terlihat, baju ketat, atau apalah bentuknya tidak pernah tuh saya ereksi ketika menyaksikannya. Melihat atau menengok wajarlah, kita kan punya mata. Memikirkan “sedikit”, mungkin masih cingcai lah. Tapi kalau terlalu jauh, apalagi sampai ereksi oh … no…. mungkin juga, NEVER.

Karena menurut saya pribadi urusan ereksi atau tidak itu sudah ada yang mengatur yaitu pikiran kita. Dan pikiran saya sudah terbiasa dan terbentuk untuk tidak mengatakan ereksi untuk hal – hal seperti itu. Mungkin juga karena saya orang kedokteran yang sudah muntah melihat benda – benda seperti itu sampai detail – detailnya. Mungkin juga sudah sering menonton BF. Atau juga sudah terlalu “berpengalaman” hehehe … its too personal.

Tapi apapun itu menurut saya hal – hal berbau seksi bisa membuat ereksi bila hal tersebut melakukan gerakan erotis. Contoh : saya tidak ereksi ketika melihat cewe dengan belahan susu yang terlihat membusung, tapi saya akan ereksi bila cewe itu melakukan gerakan erotis dengan susunya. Contoh lain : Saya tidak ereksi ketika membaca buku anatomi atau faal tentang vagina dan kawan2nya, tapi saya ereksi bila bacaan tersebut ditambahi kata – kata erotis. Yang lain seperti : Saya tidak ereksi melihat inul dengan pakaian seksi goyang ngebor diatas panggung, tapi saya ereksi bila melihat inul goyang ngebor diatas selangkangan pria.

So … ereksi atau tidak ereksi tergantung dari bumbu yang mengikutinya. Saya pikir itu lumrah dan saya masih pria normal. Sehingga porno bisa membuat saya ereksi tapi seni tidak membuat saya ereksi. Karena seni menurut saya adalah bentuk alamiah manusia, bicara tentang naluri. Pose telanjang dengan olah tubuh alamiah, seperti berdiri atau tidur secara alamiah dan wajar adalah seni. Memperlihatkan kemaluan secara wajar dan alamiah juga seni. Tapi begitu ia diberi bumbu gerakan atau pose yang tidak alamiah atau malah menuju arah erotis, ia saya sebut porno. Sehingga pose telanjang dengan tidur terlentang sambil mengangkat pantat tinggi – tinggi dan memperlihatkan kemaluan, itu sudah merupakan porno.

Sehingga bagi saya pribadi batasan porno dan seni sudah jelas. Sama – sama dari insting atau naluri manusia tapi tanpa bumbu yang berlebihan. Tidak lucu bukan, kalau saya selalu ereksi ketika melakukan pemeriksaan dengan stetoskop didada pasien wanita. Sehingga tidak perlulah menjadi Rhoma Irama yang selalu ereksi ketika melihat Inul.

Kalau ada pertanyaan, apa manfaatnya dengan memperlihatkan kemaluan pada seni ?? Itu soal lain, bukan pada segmen ini, bukan pertanyaan batasan antara porno dan seni. How about your opinion ?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s