The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

INDONESIA DIAMBANG KEMATIAN Agustus 16, 2008

Filed under: ISI PIKIRAN — nikkiputrayana @ 11:36 am
Tags: ,

Indonesia sudah berumur tua tahun 2008 ini. Sudah 63 tahun yang lampau semenjak teks proklamasi pertama kali dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Bila diibaratkan umur hidup manusia Indonesia secara riil maka tentulah ia sudah tua renta sekarang. Apabila kita rata – rata umur harapan hidup manusia Indonesia yang sekitar 70 tahun maka kontrak hidup Indonesia sudah diambang kuburan. Sebentar lagi dia mati masuk kuburan dan menghadap Illahi. Bila kita juga analogikan Indonesia seperti manusia riil maka tentu ia sudah punya keturunan barang 2 atau 3 anak. Dan bila si Indonesia ini menikah pada lazimnya orang Indonesia umur 25 tahun maka anak sulungnya sudah berumur sekitar 37 tahun, itu artinya anak sulungnya juga sudah menikah dan punya anak. Cucunya berarti sudah berumur 11 tahun. Artinya si Indonesia ini sudah punya 2 generasi penerus.

Bila kita lagi – lagi mengkhayalkan si Indonesia ini selayaknya manusia maka keberhasilan hidupnya sebagai manusia paling mudah diukur lewat materi dan pencapaian hidupnya dibanding dengan kawan – kawan seperjuangannya atau seangkatannya atau sama dengan tahun kelahirannya. Umur 63 tahun ini tentunya dalam karier manusia sudah pensiun dengan tingkat karier yang setinggi – tingginya. Bila ia tentara maka sudah jadi Kolonel atau Jendral, bila ia pegawai negeri rendahan mungkin jadi kepala bagian, kalau ia pegawai swasta ia jadi manajer, kalau ia pedagang dia sudah buka PT bukan UD lagi. Umur 63 tahun bila dia sukses maka si Indonesia ini sudah pensiun dengan uang cukup agar bisa ongkang – ongkang kaki menimang si cucu. Si anak sulung mungkin sekarang sedang meniti karier yang sedang pesat – pesatnya. Singkat kata bila dianalogikan menjadi manusia, Indonesia sudah mapan, makmur, gemah ripah loh jinawi.

Tapi itu rencana manusia. Seperti manusia pula yang tidak memiliki nasib yang sama maka Indonesia bisa juga bernasib nahas tidak yang seperti saya gambarkan diatas. Bila Presiden Soekarno pada pidato kenegaraan tahun 1959 yang bernama PENEMUAN KEMBALI REVOLUSI KITA pernah membagi tahapan perjalanan bangsa menjadi Revolusi Phisik (1945 – 1950), Survival (1950 – 1955), Revolusi Sosial ekonomi (1956 – 1959). Maka mungkin beliau sudah membayangkan bahwa abad 21, Indonesia sudah mapan, sudah jaya, sudah menjadi pemimpin dunia, sudah menjadi bangsa yang besar seperti impian – impian beliau dahulu. Tapi sekali lagi, itulah rencana manusia. Maka selayaknya seperti beragam – ragam nasib manusia maka nasib bangsa pun seperti itu jua.

Question. Pertanyaan ? Apakah bangsa kita ini sudah menapak jalan hidup yang mapan seperti uraian diatas tadi ? Sudahkah Indonesia menikmati masa – masa pergulatan hidupnya menjadi masa pensiun yang menyenangkan ? Apakah Indonesia melahirkan anak keturunan yang akhirnya hidup sukses, tentram, bahagia ? Sudahkah cucu Indonesia benar – benar merasakan kebahagian yang dahulu diimpi – impikan ?

Mungkin kita semua harus mengakui bahwa Indonesia belum mencapai impiannya. Malah ada yang bilang Indonesia berjalan mundur. Artinya Indonesia pensiun dengan utang – utang yang bertumpuk, masalah pekerjaan tiada habisnya, anak cucu yang belum mengecap arti “Sukses”. Maka bila ia juga mau disejajarkan dengan rekan – rekan seangkatan atau bangsa – bangsa sesamanya maka mungkin boleh kita ber-iri hati, cemburu, atau mungkin malah dongkol dengan kesuksesan tetangga – tetangga kita.

Namun apapun itu, tidak akan ada patriot yang meninggalkan rumahnya. Seburuk apapun rumahnya, sebobrok apapun isinya. Tiada pembela tanah air yang akan berkhianat menjadi pembela tetangganya. Kita semua adalah keturunan, anak cucu tanah air kita semua. Kita semua punya kerja. Kita semua hutang untuk bela negara.

Seperti uraian diatas juga, kini Indonesia sudah diambang kematian. Anak cucu penggantinya sudah dewasa. Sudah mampu menjadi patriot bangsa. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Seluruh kedudukan yang enak diambil orang – orang tua. Mereka hanya pandai korupsi….. angkatan tua itu sungguh bobrok. Hanya angkatan tua yang korup dan mengajak korup ! Angkatan muda membuat revolusi melahirkan sejarah !” Maka sudah saatnya kita kaum muda menjadi patriot bangsa, pembela bangsa, maju didepan membela ibu pertiwi. Kita bangun kembali rumah kita. Kita jahit kembali bendera kita.

63 tahun Indonesia. Ia diambang kematian, tapi anak – anak Indonesia akan ganti bela tanah air ibu pertiwi.

Kalau mati, dengan berani ; kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.

MERDEKA !!! MERDEKA !!! MERDEKA !!!

 

One Response to “INDONESIA DIAMBANG KEMATIAN”

  1. bydt Says:

    iya mas, saya rasa sangat jarang sekali anak muda yang menyempatkan diri untuk membaca karya2 sastra berkualitas, terutama Eyang Pram..pemicu ini susah dicari, banyak benturan sana sini.

    nice blog🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s