The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

Pagi Hari Pukul Tiga Agustus 27, 2008

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 5:59 am

Sekarang malam sepagi ini sudah berbeda. Cahaya dari rumah seberang langsung memancar masuk kedalam rumah. Tirai – tirai gorden sudah diangkat. Berkas sinarnya juga menimpa kardus – kardus besar yang bertumpuk –tumpuk disudut – sudut ruangan. Terasa benar kini ruangan menjadi tampak lebih luas. Beberapa lukisan juga sudah tidak ada lagi pada tempatnya. Yang masih sama hanyalah malam yang masih banyak nyamuk dipuncak kemarau seperti ini.

Begitu banyak kenangan ditorehkan selama didalam rumah ini. Semua yang indah – indah. Yang buruk. Yang manis. Yang pahit. Yang rahasia. Dan semua tetek bengek yang terkecilnya. Alamatnya menghiasi semua biodataku kini. Alamatnya bertebaran dari KTP sampai kartu kredit sampai pula ke alamat saat mengisi email. Tanda bahwa ia merajai riwayat hidup saya. Seolah – olah saya dilahirkan di Surabaya melalui rumah ini. Mungkin sampai 5 tahun kedepan saya masih akan menuliskan alamat yang sama ketika mengurus berbagai keperluan.

Pikiran saya melayang – layang didalam mega – mega malam kenangan. Selaksana awan membentuk rupa – rupa, berbagai macam bentuknya hadir dipancaran indera kalbuku. Begitu banyak rupa – rupanya, sampai sesak mengisi ruang kalbu saya. Semakin aku terbang melintasi waktu – waktu yang lampau semakin banyak yang berpedaran. Selaksana genggaman cahaya, kalbu saya sesak, cahaya berpedaran sampai menuju ke pinggiran pelupuk mata. Cahaya itu berubah menjadi air mata.

Ya, air mata itu ternyata tak tertahan jua. Pantaskah ? Otak saya berkata, “kau terlalu terbawa emosi.” Namun ada yang bergema didasar relung – relung jiwa, “tidaklah mengapa kau terhanyut dalam memori, ia memang benar – benar sudah menjadi bagian hidupmu.”

Besok dikala mentari pagi yang pertama menyingsing, berkas – berkasnya akan menggantikan warna kelabu lampu jalan di blok rumah. Semakin nampak nyata pulalah tumpukan kardus diseantero rumah yang harus dipindahkan. Sama persis seperti tumpukan kenangan yang harus dipindahkan ke sisi lain ingatan saya.

Hidup akan terus berjalan, perlahan – lahan ia terus mendaki gunung usia. Hidup akan berganti kembali. Rumah baru dengan ingatan – ingatan baru yang akan diisi dilembaran – lembaran kosong. Seperti yang lampau, tak pernah bisa terpikirkan apa yang akan terjadi didepan nanti. Apakah ia akan sama seperti sekotak permen yang bermacam – macam rasa ? Sama persis seperti nama saya dalam bahasa jepang.

Whatever, life is still go on. Saya memulai fase hidup berikutnya.Mendaki tangga kedewasaan berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s