The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

Dont Judge a heart by his face. September 1, 2008

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 6:00 am
Tags: ,

dr. Edward Simon, SpPA termasuk salah satu dosen yang paling aku dan kawan – kawan takuti saat praktikum PA dahulu. Dr. Edward ini yang namanya hampir sama dengan dr. Edward yang sering ditangkap polisi Surabaya karena praktik aborsinya ini tidak kalah sangar wajahnya. Kawan – kawan saat praktikum PA sering berputar – putar didalam ruang praktikum untuk menghindari bertatap muka dengan beliau. Beliau sendiri terkadang memang seperti hantu yang bisa tiba – tiba hadir dibelakang kita tanpa disadari. Tidak hanya hadir di belakang tapi tepat disebelah wajah kita. Dengan tatapan seramnya, karena beliau juga terkena paralysis wajah sebagian sehingga hampir mirip dengan wajah orang terkena stroke terkadang menatap dengan mendelik, melotot sebelah mata. Bicaranya juga terkadang ceplas ceplos dan menohok dengan intonasi suara yang kadang menggelegar. Jadi hampir miriplah dia dengan Jack the Ripper yang akan membredel isi otak dan mental mahasiswa yang kebetulan bertatap muka dengan beliau. Apalagi yang bermalas – malasan.

Sehingga saya akhirnya juga malas ikut kuliah beliau dan juga emang malas dengan per-kanker-an hehehe…. hehehe…. Pernah juga ikut kuliah beliau beberapa dan saya menyaksikan sekilas karena tidak ikut seluruh kuliah beliau. Disana beliau termasuk dosen yang memperhatikan benar – benar tingkah laku mahasiswa dalam menyimak kuliahnya. Barang siapa yang ngobrol sendiri pasti nanti ditanya beliau.

Sampai pada suatu saat saya harus bertemu lagi dengan beliau karena ikut semester pendek, gara – gara kemalasan saya akan PA. Disitulah saya benar – benar tobat tidak ikut seluruh kuliah PA dan memaksa saya untuk ikut kuliah dr. Edward. Tidak dinyana sebenarnya tampang seram beliau memang hanya karena dia paralysis bukan karena beliau marah. Suaranya yang menggelegar juga bukan karena beliau ngamuk tapi emang karena begitulah beliau ditambah paralysis beliau. Ternyata cara pengajarannya benar – benar sempurna, benar – benar seorang pendidik. Beliau bisa menyampaikan satu hal yang rumit dan mendasar secara benar, mudah, dan gampang lewat analogi cerita, contoh kasus, dan definisi yang benar – benar lugas dan santai. Beliau benar – benar menekankan arti definisi suatu kasus, karena dari situlah kita bisa memahami keseluruhan ilmu PA. Ilmu PA yang dahulunya momok bagi saya dan kawan – kawan menurut beliau bila kita paham dasar – dasar pemikirannya maka selanjutnya semua bukan lagi hapalan tapi hanya logika saja. Karena itu walaupun SP yang singkat itu melalui pemahaman dasar berpikir ala beliau akan PA, saya bisa paham keseluruhan ilmu PA. Benar – benar Brillian.

Bukan itu saja. Ternyata marah beliau bukan sampai kehati hanya ucapan – ucapan saja, malah ternyata cenderung kocak. Boleh saja saya katakan satu tingkat dibawah dr. Hardijono, dosen Anatomi. Yang ini hampir sama kocak tapi sedikit kurang saru dari dr. Hardijono. Well,….. Nasi sudah jadi bubur. Saya baru bisa memahami beliau disaat saya terakhir kali mendapat kuliah PA. Selanjutnya apakah saya akan bertemu beliau lagi ??? Saya rasa tidak. Yang pasti don’t judge a heart by his face.

 

One Response to “Dont Judge a heart by his face.”

  1. amriek Says:

    ya aku setuju kita nggak boleh menilai orang hanya dari covernya saja
    ini terbukti juga ama dosenku…..hehehe maaf…walau matanya sedikit julig tapi baik banget, sedang orangnya yang biasa2 aja malah sombong minta ampun….ganteng nggak tapi sombongnya ampun deh…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s