The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

PANTURA, urat nadi bangsa kita Oktober 4, 2008

Filed under: ISI PIKIRAN — nikkiputrayana @ 2:47 am
Tags: , , , , ,

Masih seputar mudik bangsa kita. Hampir tiap tahun kita disuguhi acara mudik lewat darat. Jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Tiap tahun dengan berbagai inovasi Televisi kita memeragakan laporannya. Bila kita lihat hampir 60% lebih TV kita menayangkan arus mudik melalui jalur pantura. Jalur paling padat di Indonesia. Jalur paling legendaris. Bahkan mungkin jalur paling meminta tumbal nyawa paling banyak tiap tahun, mau lebaran atau tidak. Di pantura pulalah sebenarnya gemerlap Indonesia paling terang bila dilihat dari angkasa luar sana.

Tahukah kita bahwa jalur utara pulau jawa yang sekarang mengular dari Merak di Banten sampai Ketapang di Banyuwangi, sebenarnya adalah keturunan dari Jalur legendaris sejak Hindia Belanda, Anyer – Panarukan. Jalur yang dibangun oleh darah bangsa kita sendiri. Ribuan nyawa melayang untuk membuatnya ketika pertama kali. Jalur yang dibuat oleh tangan besi kekejaman Maarschalk en Gouverneur Generaal, Mr. Herman Willems Daendels. Jalur yang memang digunakan untuk membangkitkan infrastruktur seluruh kota – kota pantai yang penting di utara Jawa saat itu. Jalur yang maha penting untuk menghubungkan seluruh hasil bumi dari seluruh pedalaman Jawa untuk dikapalkan ke Eropa.

Kini jalur itu juga masih saja menjadi urat nadi ekonomi bangsa kita. Betapa pentingnya jalur ini, ketika beberapa ruas saja terganggu maka orang – orang di Jakarta sudah ribut bukan kepalang. Rangkaian ekonomi Jakarta, Semarang, dan Surabaya bagai lumpuh bila ruas itu terganggu. Menjadi hal yang dapat kita kira bila saja mudik kita terganggu bila salah satu ruas itu menjadi buntu atau bahkan putus. Kendaraan yang saling berkejaran untuk saling mendahului sampai dikampung halaman, pasti stress berat bila salah satu ruasnya macet. Dipastikan anak – anak jalur pantura juga turut macet bila si “mbah pantura” macet.

Sungguh sebuah maha karya kekejaman kolonial yang diwariskan bagi bangsa kita ini bukan saja berfungsi ganda tapi bermulti – multi fungsi. Seperti sejarah mengatakan bagaimana balatentara Dai Nippon begitu digdaya melumpuhkan Belanda dengan seluruh kekuatannya hanya dalam tempo satu minggu karena dapat menguasai seluruh rangkaian jalur Pantura dalam waktu singkat. Sehingga apabila Indonesia diserang oleh musuh dengan menguasai seluruh rangkaian pantura ini maka bisa saja secara de jure Indonesia takluk. Inilah aorta pulau Jawa, ini pembuluh darah besar Indonesia.

Padahal Jalur Anyer – Panarukan diresmikan tahun 1809, artinya hampir 200 tahun yang lampau. Belum ada perubahan yang sangat signifikan kecuali penambahan jalur alternatif dan adanya tol dibeberapa ruas. Belum ada jalur tol yang terus menghubungkan Merak – Ketapang tanpa putus sehingga bisa menumbangkan sejarah jalur Anyer – Panarukan yang legendaris. Belum ada perubahan jalur rel kereta api menjadi double track dengan rel dan bantalan baru diseluruh jalurnya. Sehingga kita bisa benar – benar menyaksikan sebuah maha karya fenomenal baru setelah 200 tahun penggunaannya.

Apakah kita perlu menunggu ada Daendels baru yang penuh kekejian memperbudak bangsa kita agar kita bisa menemukan maha karya jalur baru di pantura Jawa. Kita tidak perlu mempertanyakan Jalur Selatan Jawa yang tidak pernah tersambung, karena rasanya mungkin 200 tahun setelah kita mampu membuat jalur tol Anyer – Panarukan baru terwujud Jalur Selatan tanpa putus. Pesimis ??? YA.

 

One Response to “PANTURA, urat nadi bangsa kita”

  1. gw pengguna setia jalur ini n justru dibikin kesel dengan jalur tol yang justru jadi titik kemacetan pantura. jalur utara dan jalur selatan mah masih mending ada perbaikan dan penambahan, ga ka’ jalur kreta yg dicuekin single track terus dr jaman belanda:(

    maaf lahir dan batin ya…
    btw sore ini mo nonton Laskar Pelangi (lagi dan lagi hehehe..) KEREN!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s