The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

Vuvuzela, bikin stadion serasa sarang lebah Juni 19, 2009

Filed under: ISI PIKIRAN — nikkiputrayana @ 6:25 am

Mungkin agak sedikit aneh kalau kita saat ini menyaksikan tontonan sepak bola Piala Konfederasi Di Afrika Selatan. Bukan penontonnya yang memang kebanyakan berkulit hitam dan dandanan nyentrik ala gibol afrika. Tapi aura suara stadion seluruh Afrika Selatan yang bagi saya dan juga mungkin bagi semua penonton bola seluruh dunia agak aneh. Bagaimana ndak, sepanjang pertandingan mulai dari awal sampai akhir suara yang kita dengar cuma suara lebah yang mendengung – dengung. Dari semua sudut stadion suara ini membahana, sampai – sampai suara yang lain seperti supporter, kerasnya bola, bahkan suara komentator di televise terkadang kalah keras dengan dengungan lebah ini.

Suara dengungan lebah ini ternyata dihasilkan dari terompet yang ditiup hampir sebagian besar penonton bola di stadion. Terompet ini bernama Vuvuzela, berbentuk terompet panjang sepanjang 1 meter yang awalnya terbuat dari besi timah pada awal 90-an. Namun akhirnya klub – klub sepakbola local di Afrika selatan mempopulerkannya dengan memproduksi Vuvuzela berbahan plastic dan berwarna – warni seperti saat ini. Vuvuzela ini sebenarnya butuh tenaga kuat untuk meniupnya sehingga bisa berbunyi sekeras seperti yang kita dengar saat ini.

Memang sih banyak sekali protes yang dilayangkan kepada stadion – stadion di Afsel agar melarang penontonnya membawa dan meniup Vuvuzela. Selain mengganggu pemain, official, juga wartawan dan juga mungkin bagi kita – kita yang tidak terbiasa mendengarnya. Bagaimana tidak, sepanjang pertandingan kita dipaksa mendengarkan dengungan lebah yang memekakkan. Bagaimana dengan orang sakit gigi coba ?? hehehe…. Tetapi FIFA tetap member kelonggaran akan hal ini karena argument dari Otoritas Sepakbola Afsel yang mengatakan inilah kultur sepakbola Afsel. Ini Afsel bung. Suka – suka orang Afsel lah mau bergembira dengan cara seperti apa. Kalau di Brazil kita selalu meyaksikan suara gendang bertalu – talu, di Inggris kita mendengar nyayian, di meksiko terkenal dengan wave of handnya. So…. Ini Afrika Selatan, jadinya ya terbiasalah dengan Vuvuzela-nya.

Tapi menurut saya sih tetap saja Vuvuzela ini mengganggu karena ditiup sekerasnya – kerasnya tanpa aturan. Katanya sih ini terkait cerita mulut ke mulut yang konon katanya, awalnya vuvuzela digunakan untuk mengusir Gorila dengan cara menakut – nakutinya dengan suara terompet yang memekakkan telinga. So … jadi maunya penonton, mereka juga mau menakut – nakuti tim tamu yang datang dengan cara mengganggunya lewat tiupan Vuvuzela sepanjang pertandingan. Bukannya ini juga mengganggu tim kita sendiri juga ???

Jadi sih menurut saya perlu ada kursus singkat bagi penonton Afsel yang meniup Vuvuzela supaya berirama dan nyaman didengar. Bukan ditiup sekenanya dan seenak udelnya. Jadi ya suara lebah itu juga yang keluar. Jadi Vuvuzela ini bisa terkenal seluruh dunia dan tidak mengganggu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s