The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

HIKAYAT SITI MARIAH Agustus 14, 2009

Filed under: DUNIA CERITA — nikkiputrayana @ 6:15 am

Hikayat Siti MariahHIKAYAT SITI MARIAH

Diterbitkan Pertama Kali sebagai cerita bersambung di Medan Prijaji,Bandung dari tahun 1910 – 1912, karangan Haji Mukti.

Di edit dan ditulis kembali oleh Pramoedya Ananta Toer, tahun 1987.

Novel ini bersetting pertengahan abad 19 didaerah Jawa Tengah terutama di perkebunan – perkebunan tebunya. Alkisah jalan hidup seorang anak manusia bernama Siti Mariah dengan berbagai nama yang lain yaitu Urip, Mardi, Jongos Salimin, Babu Salimah, Nyonya janda Esobier. Ia adalah anak hasil pergundikan yang akhirnya melahirkan anak lewat pergundikan pula. Lika liku kehidupan yang berputar bak roda kehidupan dari satu masa ke masa, dari satu tempat ke tempat lain. Anaknya pun juga mengalami hal yang sama. Begitu pula orang – orang disekitarnya.

Siti Mariah lahir dari pergundikan lalu dibuang dan dipelihara mandor pabrik gula. Kemudian besar dan jatuh cinta serta menjadi gundik dari opsiner pabrik gula. Namun seperti yang lazim terjadi ketika seorang bangsa asing telah siap menikah maka bangsa asing itu wajib menikah dengan bangsanya sendiri lalu mencampakkan gundiknya. Siti Mariah yang bukan saja tercampakkan oleh cintanya juga oleh buah hatinya yang menurut lazimnya – anak indo – mengikuti ayahnya. Siti Mariah pun menghilang mencari kehidupannya untuk menghilangkan luka hatinya. Sang anak ternyata tak jauh nasibnya seperti Siti Mariah, bersama ibu tiri akhirnya tercampakkan, mengembara tak tentu arah. Sampai suatu ketika takdir merubah nasib semua anggota keluarga ini.

Novel ini banyak bercerita didaerah Jawa Tengah, penggambaran akan keadaan saat itu sebenarnya sangat cermat dan mirip. Kita akan menjadi banyak tahu seperti apa kehidupan Perkebunan Tebu dan Pabrik Gula saat itu. Seperti kita tahu, Hindia Belanda dahulu adalah raja dari segala raja Gula didunia pada jaman pertengahan abad ke – 19. Agaknya Pram disini ingin memotret kehidupam pergundikan atau disebut per-Nyai-an, yang dahulu sangat lazim terjadi, sehingga kita paham bagaimana keturunan keturunan “indo” itu awalnya ada. Juga memotret bagaimana bangsa penjajah memperlakukan kita dan bangsa kita sendiri memperlakukan dirinya.

Aneh sebenarnya, novel ini tidak begitu jelas siapa pengarangnya. Pram sendiri kesulitan melacaknya dan semua tentang jati diri penulis ini hanyalah rekontruksi Pram pribadi. Bahkan beberapa bagian novel ini hilang sehingga ada cerita yang terpotong disini. Walau begitu, karya sastra ini layak untuk diselamatkan sebagai “sangu” sejarah kita. Berterima kasihlah pada Pram.

 

2 Responses to “HIKAYAT SITI MARIAH”

  1. dira Says:

    Saya kadang berpikir, Indonesia kok lebih banyak prestasinya waktu jaman belanda ya?🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s