The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

Email lengkap bu Prita Juni 12, 2009

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 4:47 am
Tags: , , , ,

Inilah isi lengkap email Prita Mulyasari yang dimuat di surat pembaca detik pada Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB dengan judul “RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif” :

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam.

Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera

 

Papercraft Pewayangan Maret 2, 2009

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 7:02 am
Tags: , , , , , ,

Ini baru unik nih. Setelah sekian lama sering download papercraft jenis2 replika dan unik2, baru kali ini ketemu papercraft dengan tokoh dari Indonesia. Biasanya kan kita pasti dapet tokoh2 kartun dari Jepang atau amrik. Nah kali ini donk kita cinta ploduk ploduk Indonesia (kata alim malkus bos maspion).

Tokoh dari Pandawa yang jadi pembantu alias asisten pribadi si Arjuna. Memang sih disini tokoh wayangnya ala Sunda bukan dari wayang Jawa tengah or jatim. jadi bagi yang kenal cepot pasti langsung ngeh….

Ayo download dan bikin papercraft yang aku dapet dari hasil browsing di blog salazad.com

Klik aja digambar Punakawan disebelah supaya langsung di antarkeun ke website salazad

 

Happy Valentine Day Februari 14, 2009

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 2:07 am

Buat kekasih tercinta, bingung mau ngasih apaan yah di hari valentine … soalnya sudah lama pacaran jadi hambar juga kalo cuma ngasih hal yang itu2 saja, selain juga ndak ada uang banyak skrg ini hehehehe …. jadi puter otak …. lagian juga lupa ternyata 2 hari mau tgl 14 feb baru keingetan mau kasih kejutan apa….

btw sebenarnya mau valentine day atau ndak sih ndak begitu ambil pusing. Everyday is Valentine Day kalo menurut kita berdua. Terlepas pro kontra di masyarakat kita juga. Jadi ngapain harus selalu nunggu tgl 14 feb ?

Jadi iseng2 koleksi foto dibuat slide show aja … sambil belajar bikin2 di software Roxio …. so … jadinya slideshow super ekpress karena cuma dikerjain dalam 3 jam aja.

 

Iklan M150 plus susu, versi cekal, versi cewe Februari 12, 2009

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 4:28 am
Tags: , , , ,

Pasti sudah sering donk liat iklan M150 + susu yang iklannya ada mang dadang si mantan satpam di Suami – suami takut istri yang kaget setengah mati liat susu lelaki kekar yang bisa goyang – goyang. M150 + susu ini sebagai jawaban atas favoritnya minuman extra joss yang dicampur susu di warung – warung kopi. Perasaan sih lebih enak yang buatan sendiri timbang buat instan dari M150 plus susu. Susunya kuranag berasa, mungkin karena susunya dari susu cowo kekar tadi kali ya hahahahaha……..

Tapi bukan mau ngomongin masalah per “joshua” an alias singkatan ekstra joss susu, tapi msalah iklannya yang sebenarnya ada 2 versi. Loh ya …. ada dua ?? Pasti banyak yang pada nggak tahu kan, soalnya iklan yang satunya emang kayanya kena cekal ama komisi penyiaran. Iklan satunya sebenarnya pernah tayang beberapa hari lalu tiba – tiba menghilang dan selalu si mang dadang terus yang muncul sampe sekarang.

Iklan M150 plus susu satunya sebenarnya pake iklan cewe. Lebih tepatnya hantu kuntilanak dengan susu supergedenya. Alkisah seorang sopir diganggu kuntilanak lalu terkejut liat susunya yang super gede lalu berkata persis seperti kata – kata mang dadang di M150 plus susu versi cowo, “Baru liat susu kaya gini, baru liat juga kan ?” Nah di jagad Web, ni iklan juga agak susah dicari, aku aja cuma dapat satu di you tube dan kualitasnya juga agak jelek, tapi cukuplah bagi ente2 yang penasaran kaya apa sih iklan M150 versi cewe yang dicekal itu. Selamat menikmati ye…. ati2 didatangin ma kuntilanaknya, hua… ha.. ha….

 

BARCA menang lawan MADRID 2-0 Desember 15, 2008

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 1:15 am
Tags: , , , , , ,

Sebenarnya kalo mau dibilang gibol sih ndak juga. Bolehlah dibilang tepatnya gibol Barcelona. Awalnya saya ndak begitu tertarik nonton sepakbola. Cuma nonton sepakbola kalo piala dunia, jagonya ya dari kecil ndak ganti2, Jerman. Dari era Lothar mattheus sampe Michael Ballack sekarang. Meskipun sekarang Jerman belum2 juara, cuma spesialis final doank hampir mirip Indonesia. Loh kok malah bicara Jerman yah …. hehehe…

Balik ke Barca, saya sih seneng nonton bola sejak awal Ronaldinho masuk ke Barca dari Paris SG. Sejak awal saya sudah jatuh cinta dengan permainan Barca yang kelihatannya punya ciri khas tersendiri, permainan yang menghibur, begitulah penggila bola menyebutnya. So … di era Rijkaad jaya sampe tahun lalu Meneer Rijkaad lengser saya selalu nonton Barca. Yang lain bolehlah ngantuk dan ndak usah ditonton tapi setiap kali Barca main saya selalu bela2in melek. Walau liga primera selalu ditayangkan subuh, saya sih selalu melek. Pokoke gibol Barca.

Apalagi sekarang Barca sedang menggila, walau sudah tidak ada Ronaldinho yang pindah ke Milan, bukannya tambah jelek tapi para pemain muda binaan Barca sedang dalam puncak kariernya. Messi … yang dulu hanya pemain muda yang sering dibangku cadangan atau cedera sekarang sudah menjadi legenda. Messi sudah menjadi titisan Maradona sesungguhnya. Cuma namanya masih kalah bersaing sama Cristiano Ronaldo. Iniesta…. yang dulu cuma jadi bahan olok2an sekarang juga menjelma menjadi pemain berbahaya. Sekarang pemain binaan Barca sudah menjelma menjadi pemain berkelas semua. Messi, Xavi, Puyol, Iniesta dan kelihatannya nanti Bojan dan Busquet. Ini tentu berbeda dengan Madrid yang hanya senang membeli pemain kelas dunia yang sudah jadi, tidak pernah membina pemain dari kecil.

Barca pun sering kali membeli pemain yang bagi bukan Gibol jarang didengar namanya, namun sebenarnya berkualitas. Setelah dipoles maka menjadi berkualitas dan akhirnya didengar orang bukan Gibol. Sekarang pun pelatih Pep Guardiola adalah pelatih yang tidak pernah didengar orang musim lalu. Pep dari pelatih tim Barca B alias cadangan. Tapi sekarang berkat Pep, Barca menjadi tim yang menakutkan dengan mesin gol dan pertahanan yang solid dan juga jangan lupa permainan cantiknya.

Kalau klub lain berdiri dengan menjual kausnya dengan nama sponsor seperti Madrid dengan Siemens, MU dengan AIG, Chelsea dengan Samsung untuk bisa membiayai klub, maka Barca tidak pernah menjual nama Barca kepada siapapun, malah kausnya ditempeli nama UNICEF sebagai tanda Barca menyumbang UNICEF, dari semua hasil tiket Barca menyumbang. Artinya bukan menerima uang malah memberi uang.

Well… El classico antara Barca dan Madrid kemarin menjadi ajang pembuktian bahwa pembinaan dari kecil adalah penting bukan instan. Permainan sepak bola adalah permainan tim bukan individu. Membeli satu dua pemain superstar bukan jaminan menjadi hebat.

Well … El classico dengan penguasaan bola 70 banding 30 antara Barca dengan Madrid membuktikan El classico kali ini memang milik Barca.

Barca memang mes que en club, more than a club.

 

Off The Record November 19, 2008

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 6:40 am
Tags: , , ,

Ini cerita lain lagi dari dr. Heru si ahli bedah thorak. Cerita yang sebenarnya off the record. Ndak akan pernah ada di media massa. Ndak akan pernah ada beritanya di koran walau semua koran se Indonesia di bongkar edisi yang lalu – lalu. Cerita dari ihwal berdirinya OK (kamar operasi) bedah di RSAL dr. Ramelan.

Cerita ini diawali dari persiapan hari ulang tahun Angkatan Laut sekitar tahun 2000-an. Di saat dr. Heru sedang berada di ruang kerjanya dia mendapat telepon dari seorang perwira di RSAL. Intinya agar dr. Heru secepatnya melakukan bedah di RSAL. Foto pasien akan dikirim secepatnya ke dr. Heru. Setelah menerima foto passien maka dilihatlah bahwa ada korban dengan sebuah besi dengan diameter setengah centi menembus lengan kiri lalu menembus dada dan terus tembus kelengan kanan. Jadi pasien itu tampak seperti manusia yang disate. Pasien itu wanita KOWAL (korps wanita angakatan laut) dan masih hidup namun tetap butuh pertolongan bedah segera.

Wow….. dr. Heru terkesima melihat fotonya. Bagaimana ini bisa terjadi. Ternyata pada saat latihan gerakan manuver senjata laras panjang yang diputar – putar itu terjadi sebuah letusan dan robohlah si KOWAL itu dengan besi menancap. Ternyata besi itu berasal dari besi yang digunakan untuk membersihkan laras senapan, karena daya letusan senapan laras panjang sangat besar maka besi itu bisa menembus seluruh badannya.

Dr. Heru bilang bedah ini tidak mungkin dilakukan di RSAL karena RSAL tidak mempunyai fasilitas yang lengkap untuk melakukan tindakan – tindakan yang sangat diperlukan. Jadi pasien harus dibawa ke RS dr. Soetomo yang lebih lengkap. Perwira itu lalu menelpon ke Mabes AL di Jakarta dan mendapat jawaban bahwa tetap harus dilakukan di RSAL karena ini adalah top secret alias rahasia negara. Ini aib Angkatan Laut.

Akhirnya dr. Heru mengalah dan membawa berpeti – peti alat bedah ke RSAL. Di RSAL alat diletakkan di ruang bedah biasa dan dilakukan pemeriksaan mendalam pada korban. Diketahui bahwa selain menembus lengan dan dada maka isi dada seperti paru dan Jantung juga terkena, sehingga pencabutan besi itu tidak bisa dilakukan seenaknya. Maka dilakukan operasi bedah besar dengan mencabut besi secara perlahan step by step per organ. Dan Berhasil. Kowal itu selamat.

Berita itu akhirnya dilaporkan ke Mabes AL dan sampai juga ke telinga KSAL. Maka setelah upacara hari ulang tahun AL maka KSAL meninjau RSAL dr. Ramelan. Beliau marah besar. Bagaimana ini bisa terjadi pada RSAL dr. Ramelan, sebuah Rumah Sakit tipe A dan pusat kesehatan militer AL seluruh Indonesia tidak mempunyai OK bedah yang mumpuni. Padahal RSAL dr. Ramelan itu setingkat dengan RSAD Gatot Subroto di Jakarta, walau memang ketimpangan antara fasilitas AD dengan Angkatan lain sangat mencolok, ini tidak bisa dibiarkan. Beliau lalu memerintahkan Karumkit RSAL agar membeli peralatan bedah berapapun harganya dan berapapun banyaknya. Fasilitas OK harus lengkap dan siap pakai dalam waktu 3 bulan. Akhirnya dalam 3 bulan berikutnya untuk pertama kalinya RSAL dr. Ramelan memiliki OK Bedah yang lengkap dan sanggup menangani bedah apa saja.

Sehingga sekarang RSAL dr. Ramelan fasilitasnya tidak kalah lengkap dibanding RS dr. Soetomo. Semua itu terjadi berkat jasa KOWAL itu tadi. Namanya tidak pernah tercatat sebagai orang yang berjasa bagi RSAL dr. Ramelan atau bagi AL. Memang pernah diusulkan agar namanya ditulis di plakat di RSAL namun sampai sekarang itu tidak pernah terjadi. KOWAL itu sekarang masih hidup walau suaranya menjadi parau dan sulit bicara karena besi yang menancap itu juga mengenai nervus Phrenicus. Jadi KOWAL itulah yang sebenarnya berjasa sehingga RSAL mempunyai OK bedah.

 

 

 

Kemana Ruh saat Mati Suri ?

Filed under: KESEHARIAN — nikkiputrayana @ 6:39 am
Tags: , , , ,

Ini sih cerita dari dosen bedah thorak saya dr. Heru, tentang pengalaman dia waktu kuliah di luar negeri waktu muda dulu. Saat itu dr. Heru belajar tentang bedah jantung. Di RS pendidikan itu sering sekali didatangi pasien pejabat – pejabat tinggi dari negara kita Indonesia. Berita tentang pejabat Indonesia yang berobat di luar negri ini memang tidak pernah diberitakan di media massa Indonesia. Katanya sih aib bagi jabatan mereka. Kebanyakan penyakit yang mereka derita adalah jantung koroner. Penyakit yang lazim menimpa para pejabat setelah keenakan menjabat sekian tahun. Menurut dr. Heru, kalau ada orang Indonesia yang operasi maka biasanya kamera akan siap merekam tindakan selama operasi sejak awal sampai akhir. Konon katanya ini cuma hanya terjadi pada pasien orang Indonesia terutama pejabat. Katanya sih buat oleh – oleh keluarga di tanah air supaya bisa cerita kehebatan mereka bahwa masih hidup setelah jantungnya masuk bengkel.

Nah saat itu, dr. Heru yang masih jadi mahasiswa di sana sering didaulat oleh pihak universitas sebagai penerjemah hasil syuting bedah jantung tadi. Karena walaupun dengan PD-nya mereka – mereka ini bawa oleh – oleh film syutingnya, sebenarnya mereka kan ndak ngerti apa yang terjadi. So …. jadilah dr. Heru narator itu film.

“Ini waktu dadanya bapak dibuka”

“Ini mulai diangkat tulang iga”

“Ini jantung mulai dihentikan dan darah masuk ke mesin pompa jantung”

Nah perbaikan jantung pastinya akan dilakukan saat setelah jantung dan paru dihentikan. Loh ?? Gimana, padahal kan tanpa jantung mana mungkin bisa hidup itu manusia ?? Begitulah kira – kira pertanyaan pasien kebanyakan.

Jadi itulah gunanya mesin pompa jantung. Darah yang beredar semuanya dialirkan ke pompa jantung diawali dari pipa masuk di vena cava superior – pembuluh darah balik besar sebelum masuk ke jantung – , lalu masuk ke pompa untuk di alirkan diberi oksigen dan dikeluarkan karbon dioksidanya lalu darahnya kembali dimasukkan lewat aorta,- pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung pertama kali- , beredar keseluruh tubuh lalu kembali lagi ke mesin pompa. Jadi secara simple semua fungsi pompa darah jantung diambil alih oleh ini mesin, jadi jantung bisa dihentikan untuk berdetak. Suhu tubuh juga diturunkan dari suhu normal 36 derajat celcius menjadi 20 derajat celcius. Sehingga semua fungsi organ menurun kerjanya. Lalu ketika bedah selesai dilakukan maka darah kembali dialirkan ke jantung dan jantung kembali didetakkan. Maka jantung kembali berdetak normal dan pasien kembali hidup normal.

So karena semua fungsi jantung dan paru diambil alih mesin lalu dalam keadaan bius total maka pasien tersebut menjadi mati suri. Alhasil bila diperiksa di EKG (alat rekam sinyal jantung), EEG (alat rekam sinyal saraf otak), pernafasan semuanya datar, tidak ada sinyal. Suhu tubuh pasien juga drop seperti orang mati. Organ – organ juga melambat. Ini artinya semua tanda kehidupan vital manusia semuanya menandakan manusia itu mati.

Nah pejabat itu akhirnya bertanya kepada dr. Heru. Kemana roh saya saat itu ?

Semua dokter yang kebetulan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah diluar negeri yang disuruh menerangkan video itu bingung. Semuanya saling pandang. Ya … ini pertanyaan yang lugu, simple, dan tidak terduga. Ya… soal kemana roh pasien saat itu menjadi pertanyaan mengherankan bagi dokter – dokter yang notabene spesialis dan pandai di negara kita. Pertanyaan yang menyimpang dan tidak diajarkan di fakultas kedokteran. Itu ilmu agama tingkat tinggi. Ilmu yang butuh filosofi bagi yang benar – benar mempelajari kitab suci masing – masing agama.

Jadi akhirnya ada yang menjawab sekenanya. “Ya mungkin masih diawang – awang pak. Ketika jantung kembali berdetak ya rohnya kembali masuk, pak.”

Pejabat itu ndak puas dengan jawaban sekenanya. Jawaban itu katanya membuat dokter seenaknya mempermainkan roh, bisa pulang pergi seenaknya. Menjadikan dokter seperti setengah Tuhan. Akhirnya pejabat itu telpon ketanah air, telpon langsung ke Departemen Agama agar dicarikan jawaban yang masuk akal dan lebih agama banget. Jawaban yang ada penjelasannya.

Akhirnya jawaban itu datang juga dari tanah air. Jawaban itu katanya ada disemua kitab suci agama. Terutama kitab suci agama Islam Al Qur’an, karena memang pejabat itu agamanya muslim. Di Al Qur’an maka dijelaskan bahwa Ruh adalah urusan Tuhan bukan urusan manusia. Maka dimana ruh itu berada ketika pasien jantung mati suri tidak diketahui karena hanya Tuhan yang tahu dan itu hak prerogatif Tuhan.

Puaslah pejabat itu dengan jawaban yang benar – benar ideologis dan beriman.

Apa ada pendapat kawan – kawan yang lain ?