The OtherSide Vers. 2

Sisi Lain dari diri saya

PREMIERE LASKAR PELANGI on the movie September 25, 2008

Akhirnya rasa penasaran itu terpuaskan sudah. Setelah hanya mendengar kabar, melihat dikoran, dan melihat trailer fimnya. Akhirnya hari ini dengan semangat membara maka saya sudah mengantri semenjak pukul 10 pagi di depan XXI Tunjungan, Surabaya. Ternyata banyak juga para pengantri yang telah menunggu yang serupa dengan saya, penggila dan penasaran dengan Laskar Pelangi yang difilmkan.

Layar – layar monitor yang menggoda sedari tadi telah menayangkan gambar laskar pelangi. Tepat Pukul 11 siang, pintu XXI dibuka. Saya langsung lari beradu cepat dengan pengantri lainnya. Pertanyaan mbak ticketing, “Mau nonton apa ?” Saya jawab dengan tegas dan percaya diri, “Studio 1, laskar pelangi, 2 orang !” dan yang membuatku keluar dari antrian dengan langkah bangga adalah saya orang pertama yang memesan. Laskar pelangi, Premiere, Orang pertama hehehehe …. cinta banget keliatannya sama laskar pelangi ya hehehehee…..

Studio Satu XXI lumayan penuh, terbukti hanya beberapa bangku terdepan kosong. Mayoritas penonton adalah anak muda umur belasan dan dua puluhan, sisanya adalah orang tua dengan umur tiga puluhan. Artinya penonton adalah kaum muda dan sepertinya memang fans berat laskar pelangi, karena banyak yang memang rela mengantri seperti saya.

Bagi pembaca novelnya maka film ini memang menjadi pemuas dahaga akan imajinasinya tentang anak – anak laskar pelangi. Hampir seluruh isi cerita ditampilkan. Mulai dari hari pertama masuk SD, Kisah Samson dan ikal dengan bola tenisnya, lintang dengan perjalanan pergi sekolahnya, karnaval, hilangnya flo, cerdas cermat, pertemuan tuk bayan tula, pertemuan aling dan ikal, dll. Hanya beberapa yang tidak ditampilkan seperti Bapak mahar yang lari dimalam hari untuk mencari jawaban anaknya, perjalanan dilaut untuk mencari tuk bayan tula, cerita rumah flo, anggota karnaval yang gatal – gatal mencebur ke kubangan air dan beberapa kisah pendek lainnya. Sehingga secara keseluruhan semua isi buku ditampilkan disini.

Namun dari sisi peran di film, titik berat peran memang berkisar hanya pada Ikal, Bu Mus, Kepala Sekolah, Mahar, dan Lintang. Sedikit banyak diceritakan adalah Aling, Samson, dan flo. Yang lain, boleh dibilang sedikit saja disinggung, ambil contoh Sahara dan Trapani.

Dilema dalam pembuatan film dari novel laris adalah imajinasi pembacanya seringkali berbeda dan tidak terpuaskan. Terus terang saya sendiri juga terganggu akan imajinasi saya, seperti kok begini ya , kok begitu, loh yang ini mana, kok langsung kejadian ini. Riri riza memang sudah berusaha maksimal, namun juga boleh dibilang sedikit terjebak pada obsesi menampilkan semua cerita novel secara utuh, lengkap dan real di semua adegan film. Sehingga terkadang adegan ceritanya cenderung melompat – lompat dan kurang linier antara satu adegan dengan yang lain, terutama di tengah film. Pada akhir film barulah film mulai terasa mengalir.

Bintang film terkenal yang dipasang memang boleh diacungi jempol, sip markisip. Seolah – olah seluruh bintang filmnya berubah seketika menjadi orang Belitong. Logatnya benar – benar pas, terutama Slamet Rahardjo dan Jajang C. Noer, kecuali Tora yang agak kesulitan beradaptasi dengan dialek Belitong. Bintang film anak boleh dibilang beberapa masih agak kaku, termasuk si Ikal sendiri. Yang paling menjiwai memang adalah Mahar, sedang yang terlihat gugup adalah A ling dan A kiong. Kalau Harun tidak usah ditanya, memang luar biasa dari sononya.

Ternyata adalah benar ujar Andrea Hirata bahwa Belitong memang mengagumkan. Pemandangannya Indah, terutama pantai dengan batu gigantiknya dan padang rumput yang mempesona.

Namun dari kesemuanya, film Laskar Pelangi boleh dan layak dibilang sebuah film yang dapat mengajak semua penontonnya sadar dan berpikir bahwasanya semua anak bangsa berhak untuk mendapat pendidikan yang layak. Bahwa melalui pendidikanlah semua nasib bisa diubah, meskipun terkadang takdir bisa berkata lain seperti Lintang. Namun kita semua harus mempunyai cita – cita dan pantang menyerah dengan keadaan. Kemiskinan bukan satu alasan untuk berpasrah dan menyesali nasib, tapi melalui pendidikanlah kita semua bisa terbebas dari kemiskinan. Seperti kata – kata difilm Laskar Pelangi bahwa Anak miskin pun layak untuk bersekolah.

 

LASKAR PELANGI ON THE MOVIE September 7, 2008

Filed under: TENTANG FILM KOE — nikkiputrayana @ 8:25 am
Tags: , , , , ,

Kabar gembira bagi para maniak Laskar Pelangi. Sudah beberapa kali di berbagai stasiun TV ditayangkan klip – klip pendek dan wawancara dengan mira lesmana tentang film laskar pelangi. Bahkan di koran – koran sudah ada iklan premiere filmnya. Laskar Pelangi on the movie ini disutradarai Riri Riza dan Mira Lesmana. Dimana kedua orang ini terkenal dalam idealismenya membuat film. Untuk film yang bertemakan anak bangsa yang realis sebenarnya Mira lesmana sudah pernah bikin film seperti itu yaitu Denias. Namun memang terkadang harus kita sadari bahwa penonton Indonesia tidak begitu menyukai film – film yang berat dan serius. Ambil contoh seperti Denias, Biru, Daun diatas Bantal yang bikin bioskop tidak seramai seperti Ayat-ayat cinta, AADC, Love is cinta.

Namun saya dan semua maniak novel Andrea Hirata pasti menaruh harapan besar pada film ini agar bisa sama renyahnya dinikmati seperti novelnya. Sama seperti harapan para penggemar Habiburahman yang kecewa ketika filmnya tidak mirip sekali dengan filmnya. Tapi bila menilik dari wawancara dengan Mira Lesmana dimana para pemain anak – anak Laskar Pelangi yang benar – benar anak Belitong. Syuting yang benar – benar di Belitong. Para bintang film terkenal seperti Tora Sudiro, Cut Mini, Slamet Rahardjo. So …. kita semua pasti menaruh harapan besar bahwa film ini akan laris manis seperti kacang goreng. Atau paling tidak selalu dikenang semua orang baik para pencinta novelnya atau juga bagi orang yang alergi buku.

Bagi saya dan mungkin semua penggila novel Andrea Hirata tidak menyangka bahwa novelnya akan diangkat kelayar lebar. Saya sendiri juga yakin bahwa Andrea sendiri tidak akan menyangka bahwa ceritanya tentang laskar pelangi yang awalnya hanyalah catatan Andrea yang ingin dihadiahkan kepada Bu Muslimah akan berakhir menjadi sebuah ketenaran yang gilang gemilang. Kabarnya pula bukan hanya novel pertama tetralogi saja yang difilmkan, tapi semua, keempat bukunya akan difilmkan masing- masing. Ya ….. Laskar Pelangi yang akan tayang sebentar lagi hanyalah berkisah novel pertama ser tetraloginya. Seperti Lord of The ring saja rupanya.

So ….. penggila Laskar Pelangi, ayo kita serbu bioskop tanggal 25 September ini. SERBUUUUUUU……..

 

WALL E Agustus 25, 2008

Filed under: TENTANG FILM KOE — nikkiputrayana @ 2:10 am
Tags: , ,

Ya ini film yang baru-baru aja kutonton…..betul juga pengganti ketidakpuasan akan film the mummy

Ceritanya sedikit tidak masuk akal, tapi untuk sebuah hiburan it’s fun….memang punya pixar nggak ada mati’nya, seperti finding nemo, incredibles, ratatouile…….sedikit dialog yang dilakukan di awal film…tapi kita mengerti jalan ceritanya koq dengan mudah…….

Sebuah robot yang ditinggal di dunia untuk membersihkan bumi dari sampah, yang hanya bertemankan seekor keco’a….walaupun dia Cuma robot tapi bisa merasakan kesepian, ditambah dia hanya memiliki hiburan sebuah kaset tua…..tapi wall e terobsesi dengan adegan dua orang manusia laki&perempuan bergandengan tangan….itu yang tertanam kuat di memorinya

Ya obsesi wall’e akan bergandengan tangan memuncak ketika ada robot bernama eva….lucu juga 2 robot yang berbeda jenis,bentuk dan diskripsi kerja…..tapi wall’e sangat menyayangi eva, bahkan ketika eva sudah menemukan specimen tumbuhan yang akan dibawa kembali ke luar angkasa, dimana eva freeze, dengan sabar wall’e memayungi eva, membawa eva kemanapun pergi, sampai akhirnya wall’e ikut eva ke luar angkasa karena hanya eva yang wall’e sayang

Ceritanya masih bermain imajinasi…tapi dari film ini kita disadarkan bahwa kita akan merasakan kehilangan seseorang yang sangat berharga di hidup kita ketika kita merasa jauh dari orang tersebut, seperti eva yang baru mengetahui pengorbanan wall’e ketika diputarkan kembali kejadian2 yang sudah berlalu….

Ya sama seperti kita…mungkin saat berada di dekat seseorang yang nampak hanya kekurangannya saja…..tetapi di saat kita sendiri baru kita sadari betapa kita memerlukan orang tersebut……hanya jangan sampai penyesalan muncul belakangan……

Jadi selagi ada waktu dan kesempatan, tunjukkan pada orang yang selalu berada di sekitar kita bahwa kita juga menyayanginya, memerlukannya dan yang pasti kita akan selalu ada saat dia membutuhkan kita

PS: I LOVE U all my friend, my fams…and someone who always fill my heart with love.

Sumbangan tulisan dari kekasih hati.

 

RESENSI AYAT – AYAT CINTA Februari 28, 2008

Filed under: TENTANG FILM KOE — nikkiputrayana @ 7:49 am
Tags: , , ,

 Ayat - Ayat Cinta              Satu lagi film tentang cinta tapi dari perspektif yang berbeda. Ayat – ayat Cinta (AAC) mengusung tema cinta dari berbagai sudut pandang namun berpangkal dari keIslaman. Memang tidak perlu diragukan lagi cerita film ini, karena berdasarkan oleh novel yang memang dasyhat. Bukan hanya dari segi cerita namun dari segi penjualannya.

Terus terang saya sendiri belum membaca novel itu. Namun bila dilihat dari komentar – komentar para pembaca yang mengatakan bahwa karya Kang Abik ini, fenomenal. Saya berani mengatakan fenomenal karena mengangkat kisah cinta yang masih kontroversial untuk didebat didunia muslim itu sendiri. Karya itu diterjemahkan ke dalam sebuah film oleh Hanung Bramantyo. Seperti yang sudah – sudah, film yang ingin menerjemahkan sebuah karya novel yang menggambarkan peristiwanya dengan sangat detail, akan kesulitan untuk mengaplikasikannya dalam sebuah karya film. Dan saya sangat mengacungi jempol ketika mas Hanung berani mengatakan bahwa filmnya tidak 100 % mirip dengan AAC versi novelnya. Dan satu jempol lagi ketika saya menyaksikan filmnya tanpa membaca novelnya, mas Hanung dapat menyampaikan isi dan pesan novel AAC dengan jelas dan tuntas.

Dari sinematografi, pengambilan gambar yang tidak bisa langsung diambil di Mesir dan diganti di Semarang dan India, cukup dapat mengelabui penonton. Penonton dapat merasakan aura kota padang pasir disana. Andaikata mas Hanung dapat benar – benar mengambil take di Cairo, keindahan Mesir sungguh akan mempesonakan penonton. Walau itu tidak terjadi karena kesulitan dan hambatan yang mas Hanung terima, semuanya dapat tergantikan dengan cukup baik.

Akting para pemainnya saya pikir pun bisa dibilang baik, kalau tidak dibilang cukup. Aura kesedihan dapat tergambarkan dengan baik. Meskipun para pemain utamanya boleh dibilang bukan jajaran pemain film top Indonesia, namun mereka bisa mengemban tugas untuk menerjemahkan novelnya dengan baik. Memang berat mengemban sebuah karya yang sudah terlanjur besar. Kalau saja mas Hanung berani memaksa semua pemainnya berbicara bahasa Arab, mungkin film ini menjadi sempurna. Tapi mungkin itu menjadikan kita menonton film Arab jadinya.

Kalau mau berbicara kekurangan. Film ini lemah dari segi editing. Banyak scene – scene yang tidak terpotong dengan baik. Sehingga alur cerita yang memang terbangun dengan baik, terasa terganggu. Mungkinkah ini dikarenakan jadwal tayang yang terlalu terburu – buru ? Seperti yang sering diungkap mas Hanung di blognya. Musik latarnya juga kurang maksimal, karena sering terpotong dibagian editing.

Kesimpulannya. Film ini dapat mengemban tugas yang berat dengan baik untuk menerjemahkan novelnya. Meskipun belum sempurna, seperti salah satu pesan film ini bahwa sulit untuk menjadi manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Semua rintangan yang menjadi beban, saya rasa akan terbalas dengan balasan yang lebih dari setimpal. Andai saja mas Hanung dapat diberi kelonggaran waktu untuk beristirahat sejenak, mungkin film ini menjadi lebih baik lagi. Bagi para pembaca novelnya dan penonton yang terisak tangis bolehlah berharap kepada mas Hanung, maukah dia membuat film versi extended atau penyempurnaanya ? Seperti Eiffel … I’m in love extended mungkin ? Who knows ?

 

RESENSI LOVE Februari 25, 2008

Filed under: TENTANG FILM KOE — nikkiputrayana @ 7:45 am
Tags: , , ,

Sudah sering juga nonton film Indonesia di Bioskop. Seperti yang sudah2 tidak pernah pingin yang namanya nonton film genre horror. Karena rasanya seperti buang2 uang saja. Walaupun begitu terkadang supaya jangan terlalu kecewa untuk menonton film Indonesia lebih memilih film berbau komedi yang sekarang banyak bertebaran. Itung2 kalo filmnya tidak bagus ya, terhibur dengar lucunya. Atau paling tidak nunggu komen dari temen2 yang udah nonton.

Tapi kemarin barusan ketemu film Indonesia yang menurut aku bagus n layak diacungi jempol untuk keseluruhan penggarapan. Awalnya sih pingin nyoba nonton di sinema XXI yang barusan dibuka di salah satu mal di Surabaya. Banyak juga film Indonesia yang lain tapi doi akhirnya milih film LOVE. Memang film ini udah tayang n diulas di media beberapa minggu sebelumnya. Tapi seperti yang sudah2, aku anggep dingin film Indonesia. Karena, kadang ceritanya kurang begitu realities dan terlalu hiperbola, ditambah terlalu banyak bumbu borjuis disitu seperti contoh Eiffel .. I’m in Love atau HEART. Tidak Indonesia banget menurutku belum lagi ditambah acting pemainnya yang kurang menjiwai. Namun untuk film LOVE ini, dari semua film Indonesia yang termasuk bagus, seperti GIE atau BERBAGI SUAMI rasanya LOVE bolehlah menjadi film yang layak diacungi 2 jempol.

LOVE, masih bertemakan cinta seperti yang sudah banyak beredar, namun ingin bercerita lebih dalam akan makna cinta itu dari semua segi manusia, baik itu usia, kalangan, status, maupun dari segi macam2 cinta itu sendiri. Penggarapan sinematografinya boleh dibilang bagus, dengan sudut pengambilan gambar, warna, dan kreatifitas yang indah tanpa terlalu overdosis.

Akting pemainnya juga sangat menawan, terutama Sophan Sophian dan Widyawati. Bagi kalangan muda yang belum pernah melihat aktingnya di tahun 70-an dan 80-an, boleh melihat bagaimana hebatnya acting kedua tokoh gaek ini. Akting pemain muda lain yang bagus menurut jajaran actor/aktris Indonesia, disini juga tampil menawan, yaitu Wulan Guritno, Surya Saputra, dan Fauzi Badillah. Pemain lain seperti Acha dan Irwansyah, pabila dalam film terdahulu dirasa hambar disini sudah mulai dapat dikatakan baik. Atau pendatang baru seperti Darius. Sehingga terasa benar seperti ada proses regenerasi dan pembelajaran antar pemain disini.

Dari sudut musik, boleh dibilang juga sangat menawan. Musik instrumental dan Soundtracknya sangat pas dan membantu dalam mengaduk2 perasaan penonton. Karena mungkin kita juga pasti tidak akan meragukan orang dibalik penggarapannya, yaitu Erwin Gutawa. Terutama dalam scene2 sedihnya, sungguh dapat menghadirkan aura sedih itu tanpa banyak kata2 dari pemain itu sendiri misalnya.

Namun dari semua itu yang juga tidak dapat dipungkiri adalah kemampuan sang narrator dan sutradara untuk mengkompose semua cerita masing2 pemain. Alur cerita memang dapat mengaduk perasaan penonton dengan baik sehingga penonton dapat benar2 merasakan semua perasaan pemain dengan baik dan tuntas.

Kalaupun ada kekurangannya, mungkin dari sisi editing walaupun tidak mengganggu, dibeberapa scene kurang teredit dengan baik. Dan mungkin bagi penhobi film bergenre drama romantic produk Hollywood, akan merasakan beberapa kemiripan. Namun itu tidak menjadi masalah karena sutradara dapat mentransfer dan menerjemahkan ke citarasa Indonesia dengan apik tanpa menjiplak mati2an.

So …. Kesimpulannya. Film LOVE sangat cocok ditonton bagi orang2 yang menganggap cinta adalah hal yang serius, baik yang sudah menemukan maupun belum. Juga sebagai film yang layak untuk dikenang dalam perfilman Indonesia khususnya dimasa sekarang. Just watch it n prepare your own tissue.